Selasa, 27 Maret 2012

Rindu untuk Mas

terkadang apa yang kita inginkan, tidak bisa saat itu juga kita miliki. begitu pula dengan cinta,,beri aku waktu agar kelak kau bisa memilikinya dengan utuh"

Aku masih belum terlelap, padahal malam sudah semakin larut dan esok rutinitas yang sama setiap harinya menyambutku dengan sukacita. Bayanganmu memenuhi pikiranku, kau seharusnya bangga pada dirimu karena aku dengan sukarela tak pernah berhenti memikirkanmu. Mungkin ini yang dinamakan rindu. Kau tentu tahu pasti soal itu. Apa kabarmu disana? Sudah dua tahun aku tak melihatmu, ku coba membayangkan dirimu, hmm apa yang berubah dari fisikmu sekarang? Apa kau kurus? aku khawatir disana kau tidak bisa makan dengan teratur, aku tidak suka melihatmu kurus kering! Apa kau memanjangkan rambutmu? aku harap tidak, kau terlihat rapi dengan gaya rambut mirip polisi. 

Dua tahun yang lalu
"Mas, kenapa harus pindah kesana?" tanyaku sore itu, sehari sebelum kau pergi
"Nggak ada alasan konkret sebenarnya. Aku cuma penasaran" jawabmu
"Ah, seperti itu?" aku kecewa mendengar jawabanmu
"Aku nggak tahu disana kondisinya seperti apa, tapi yang jelas aku harus kesana dan mencoba, supaya aku tahu hasilnya".
Aku diam saja, sebenarnya aku ingin bertanya padamu, tapi aku mengurungkan niatku. Kau tak perlu tahu perasaanku, melihatmu ingin sekali mewujudkan mimpimu sudah cukup bagiku. Aku sadar diri, aku bukan siapa-siapa. aku hanya tidak bisa disini tanpa melihatmu. 

"Mungkin ini nggak seharusnya aku katakan, tapi aku rasa ini saat yang tepat untuk bicara sama kamu" katamu tiba-tiba membuyarkan lamunanku
"Hah? kenapa mas? mau bicara apa?"
"Sepuluh tahun itu bukan waktu yang singkat buatku mengenalmu, terima kasih ya sudah jadi bagian penting di hidupku. Mungkin yang akan aku katakan akan memberikan perubahan kecil pada dirimu"
"Maksudnya mas apa?"
"Aku sayang kamu, lebih dari perasaan kakak atau sahabat. Aku cinta kamu. perasaan seorang laki-laki pada perempuan, seperti itu yang aku rasakan,tulus. bahkan sebelum kamu jatuh cinta padaku, aku sudah mencintaimu lebih dulu" 
Aku tak percaya pada ucapanmu, Kau mencintaiku bahkan kau tahu aku jatuh cinta padamu, apa gerak gerik ku mampu membuatmu tahu perasaanku yang sesungguhnya? Mengapa kau mengatakannya sekarang? Esok kau akan pergi, dan sore ini kau membuatku patah hati, mengetahui perasaanmu yang sebenarnya tapi tak bisa memilikimu.
"Aku nggak ingin kamu tersiksa dengan keadaan kita yang jauh. untuk itu aku nggak meminta apa-apa dari kamu. Aku harus pergi, supaya aku bisa membuktikan kalau aku layak kamu banggakan. Kalau aku nanti berhasil, aku akan segera pulang untuk kamu"
Aku masih diam, sulit untuk berkata-kata. Rasanya berkecamuk mengetahui orang yang dicintai juga memiliki perasaan yang sama, tapi tidak bisa bersama.
"Maaf ya, aku membuat kamu sulit. Selama ini aku menyimpan semua sendiri, karena aku tahu kalau aku nggak bisa memberi kamu ikatan seperti orang kebanyakan. Aku nggak memintamu untuk menunggu tapi aku akan menepati janji bahwa aku akan kembali untuk kamu"

Sekarang..
Kau tahu aku disini masih menunggumu, mungkin aku terlihat bodoh bagi orang kebanyakan, menunggu sesuatu yang tidak pasti. Tapi aku mengenalmu, lebih dari yang mereka tahu. Kau tak kan pernah mengingkari janjimu. Jadi segeralah pulang, kau tahu dimana harus mencariku. Saat kau kembali, biarkan aku mencintaimu dengan utuh dan satu tanpa terkecuali lagi.

Aku rindu kamu, Mas.



11 komentar:

  1. wah yang dimaksud si mas itu pacarnya kakak kah? tapi masih sering smsan atau telponan kan
    (aduh kok kepo banget ya :p )

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha..bukan bukan..ini cerpen..sueer dah..ketauan deh aku nggak pny pacar..msh berkhayal..menunggu pangeran tampan

      Hapus
  2. Hohoho :D Ini semacam monolog, dimana rasa berkecamuk di dalam dada. Kalo boleh kasih saran sih, coba diksinya lebih dikembangkan lagi, pas baca tadi kebanyakan "aku dan kau", jadinya terkesan monoton. Peletakan tanda baca juga diperbaiki lagi :) Eniwei, aku suka banget quote-nya di atas ^_^ Hihihi Bagus!

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku kok lebih suka menulis yg monolog ya Sith??suka kebingungan kalo mau bikin dialog yang lebih dari dua tokoh. iya,aku td setelah posting terus baca ulang ternyata kebanyakan "aku dan kau" nya,nah itu dia bingung mau mengembangkannya kayak gmn..msh perlu banyak belajar..lama2 kamu jadi editorku aja,hahahah
      makasih ya saran nya..

      Hapus
    2. Yuhuu~ Kita sama2 belajar :3

      Hapus
  3. Ah udah direbut sama nak basith saran2nya :3

    aku suka konflik di dalam ceritanya :) lagi ngerasain kayak gini :3

    BalasHapus
  4. Bisa dibilang penantian tanpa ikatan,
    tapi kalau dari dua sisi bener ngejaga janji penantian itu tak akan sia - sia..

    memang terlihat egois saat akan pergi justru memberi rasa bimbang, apa harus seperti itu??

    kisahnya masih gantung banyak kemungkinan2 yg akan terjadi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa..niatnya mau dipanjangin lagi klimaksnya, hmm tapi malah aneh..kan ceritanya ttg kerinduan si cewek..jd sebatas disitu aja :)

      Hapus
  5. cie....nulisnya pake hati nih, pasti ada sedikit pengalaman kek gini he...he... *lupakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. *toss* hahaha,,nggak sih..cuma akhir-akhir ini banyak mendengar ttg "hubungan tanpa status" jadi pengen nulisnya gitu..

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan sertakan komentarmu disini Dear. :)