Sabtu, 17 Maret 2012

Mencari bahagia


“Ketika seseorang pergi. Lebih baik tak usah memintanya untuk kembali, agar dia tak meninggalkanmu untuk yang kedua kalinya”

Aku tak pernah mengerti mengapa kau pergi. Mengapa kau memilih jalan itu? Jalan yang membuatmu pergi semakin jauh. Dari titik ini aku hanya bisa memandangi punggung tegapmu itu dan mengikhlaskan inginmu untuk pergi.

Masih aku ingat jelas setiap perkataan yang keluar dari mulutmu. Kalimat-kalimat yang bisa menguatkan aku disaat-saat terburukku
“Jangan sedih. Kamu harus yakin kalo kamu bisa, jangan khawatir disana semua akan baik-baik aja”

ini yang kau katakan dulu padaku, setahun yang lalu saat kau harus pergi ke kota lain demi mengubah kehidupanmu disini, yang menurutmu kurang baik.

Dan berbekal keyakinan darimu, aku bisa melewatinya. Aku sangat berusaha terbiasa sendiri tanpa kau. Aku bukan lagi anak manja yang sedikit-sedikit perlu bantuanmu untuk membawakan tas ranselku atau diktat-diktat materi kuliahku. Aku bukan lagi anak cengeng yang selalu menangis ketika ada orang yang mengkritikku tajam. Aku bukan lagi anak malas yang selalu meremehkan tanggung jawab. Hey,lihat aku!! Aku berubah..setidaknya aku menjadi dewasa dalam sikap dan perkataanku.

Tapi kenapa kau tak melihat itu semua? Keadaan kita yang semakin kacau, dan kau sama sekali tak peduli padaku. Bahkan ketika kau mengakui ada yang lain dihatimu. Kau sama sekali tak mempedulikanku, perasaanku. Rasa percaya ku yang begitu besar. HANCUR..

Dan tampaknya kau begitu bahagia ketika aku memilih untuk mengakhiri semua ini. Karena aku tahu, dalam nuranimu kau menginginkan hubungan ini selesai sudah sejak lama. Ini yang kau bilang kekuatan cinta?? Tai!!!.

Aku bisa. Tak kan lagi aku kembali ke tempat ini. Bagiku kau sudah mati. Benar, kita tak perlu lagi memaksakan cinta kita. Karena cinta yang dulu pernah kita miliki hilang dan menjadi abu-abu.

Lihat aku sekarang, aku bahagia dengan hidupku sekarang. Sangat bahagia, aku bebas dan tak perlu tersudut lalu menderita batin.

Kau tahu aku tak peduli lagi denganmu, atau apapun yang berhubungan tentangmu. Bagiku kau tak penting lagi. Apa kau meragukan keyakinanku?? Dulu aku punya keyakinan tentangmu, dan kau sempurna menghancurkannya lalu kini aku memiliki keyakinan baru. Bukan untuk lari dan tersakiti, tapi keyakinan ini menolongku untuk mengerti bahwa aku bisa bahagia dengan apapun yang ku miliki. Kau bukan lagi seseorang yang ingin ku miliki selalu, kau hanya sebuah kenangan. Lihat aku sekarang! Bahkan kau tak percaya kan? Ku katakan lagi padamu aku bisa dan aku bahagia.

Sudah satu minggu ini kau terus-terusan menghubungiku, mengirim pesan padaku dari aku masih nyenyak tertidur hingga aku ingin mengistirahatkan mata. Belum lagi daftar panggilan tak terjawab dilayar ponselku, semua berasal dari nomormu.

What happen with you? Are you drunk??

Hahaha. Aku tertawa sendiri, berdebat dengan pikiranku. Aku yakin kau terkejut melihatku sekarang. Aku yakin kau tidak bisa menerima kenyataan karena aku bisa bahagia. Ya memang aku sangat mencintaimu, aku bahkan sangat takut jika kau meninggalkanku, akan aku lakukan apapun agar kau tetap berada disisiku. Tapi itu dulu sayang, dulu sekali. Sudahlah tak ada guna kau memaksaku, ini sudah berakhir.

Jangan membuat ini menjadi sulit, kita sudah memiliki jalan masing-masing. Kau hitam dan aku putih. Aku sudah menemukan kebahagiaan disini, jangan memintanya, tahu kah kau, kali ini aku tak ingin membaginya denganmu lagi.

Jadi tolong, pergilah. Aku tak akan memintamu kembali.

You never know, if you never try
To forget your past and simply be mine...
( One and Only – Adele)


12 komentar:

  1. Iya sudah masing-masing dan terbukti tanpamu juga aku bahagia.. #eaa..

    sepertinya pengalaman pribadi nih hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. tp tanpamu tak ada yg ksh komen disini,..hahahaha
      ga lah bukan pengalaman pribadi ini..

      Hapus
  2. Konflik batinnya terasa banget disini, bagus :) "Ketika seseorang pergi. Lebih baik tak usah memintanya untuk kembali, agar dia tak meninggalkanmu untuk yang kedua kalinya" <-- Aku mau komentar di kutipan ini, bukankah niatmu ingin mengilustrasikan kutipan ini, toh? Tapi, yang aku tangkap bahwa "ia" yang meminta untuk kembali, kenapa tidak menerima? Bukankah Tuhan maha pemaaf? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih ya..masih perlu banyak belajar..
      Tuhan memang maha pemaaf,tak ada yg meragukan itu..dan "ia" sudah memberi maaf -> kini aku memiliki keyakinan baru. Bukan untuk lari dan tersakiti, tapi keyakinan ini menolongku untuk mengerti bahwa aku bisa bahagia dengan apapun yang ku miliki. "ia" aku gambarkan sbg sosok yg memang ingin segera bangkit tidak terkurung dlm masa lalu. bahkan ketika masa lalu itu datang kembali, "ia" dengan tegas menolak itu..

      *ketegasan itu yg sebenarnya tidak ku miliki*

      Hapus
  3. saiia amat sangat menyukai kutipannya #pemborosan kata2
    :D
    tapi terkadang "mengulang kembali" gak selamanya akan tersakiti kedua kalinya juga..#eeaa
    haahaaii
    salam hangat dee,,udah semingguan gx main kesini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya emang sih, ini cuma satu bentuk ketegasan utk tidak mau lagi terus-terusan berada ditempat yg salah
      kamu sibuk TA sih jd jarang main2..hihihihi..semangat ya..

      Hapus
  4. Setuju banget. Ada pepatah bilang gini : "Don't worry about someone from your past, there's a reason why they didn't make it into your future"

    Dan dari pengalaman pribadi gua, gua bisa bilang kalo hal terbodoh di dunia ini adalah berpikir bahwa seseorang yg pernah menyakiti kita, tidak akan menyakiti kita lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ehm..itu dalam sekali soalnya pengalaman pribadi sih..saya harus byk belajar..

      Hapus
  5. Dia yang menginginkan hal itu terlebih dahulu dan sekarang harus merasakan akibatnya #ups :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayak pembalasan dendam ya jadinya??
      hahahaha

      Hapus
  6. hoho ..
    Perlu ketegasan hati untuk bisa berada diposisi seperti kisah ini ..
    memulai langkah untuk move on emang susah, tapi ketika kita mampu, semua pasti akan lebih baik .. :D
    hhhehehe
    salam kumis :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya..semua kan butuh proses untuk bisa move on..
      salam kece :D

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan sertakan komentarmu disini Dear. :)