Minggu, 29 Juni 2014

Hanya Tuhan yang tahu

Akan lebih baik jika seperti ini, tanpa pertemuan tanpa keinginan untuk bersama. Aku tak menyalahkan waktu yang dengan sengaja membuat kita saling terhubung. Dan sebisa mungkin aku tak akan kecewa pada kenyataan  yang membuat kita menyerah lebih awal sebelum mencobanya.

Aku kira dirimu akan baik-baik saja di sana, kehidupanmu, cita-citamu semua harapan dan rencana masa depanmu tentunya akan membawa kebanggaan tersendiri bagimu. Kau bilang padaku bukan jarak yang akan menyakiti kita melainkan sang waktu. Aku merenungkannya.

15.493 Km susunan angka yang pada kenyataannya memisahkan kita,
Dan waktu yang tak kunjung memberikan kepastian kapan akan terjadinya pertemuan
tentunya semakin menyiksa sanubari

Bahwa saat ini terlampau rumit untuk kita berusaha, atau karena kau sendiri yang membuatku menyerah 
Entahlah, aku tak tahu (dan tak mau tahu).

Deburan ombak bagai menerjang hatiku, terkadang tak mampu menahan betapa kecewanya aku. Tapi selalu ku ingat bahwa memaksakan keadaan akan jauh lebih buruk lagi.

Jadi, aku di sini dan kau di sana. Entah dalam hati masih berharap akan terjadinya suatu pertemuan, bijaklah kita supaya menyimpannya rapat-rapat.

Seperti yang kau katakan, " Hanya Tuhan yang tahu, kapan sang waktu akan berpihak pada kita "

Karena sang waktu akan dengan senang hati mempermainkan kita untuk menunggu.











sumber

-Debrina-









10 komentar:

  1. so sweet banget kata2 yang terkahir , memang benar jarak dan perpisahan memang tuhan lah yang tau, saya juga merasakan hal yang sama mba. ketika hati ingin bersamanya tapi apa daya keadaan yang memaksakan untuk memisahkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. romansa LDR yaa.. nikmati saja mbak :)

      Hapus
  2. Jangan menyerah pada jarak ya :)

    BalasHapus
  3. mungkin kamu di jauhkan untuk sementara waktu sehingga bisa dipertemukan kembali sampai akhir batas sang waktu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. batas sang waktu agaknya permulaan dari kematian

      Hapus
  4. *kembali merasakan euphoria jarak(re: LDR)*

    BalasHapus
  5. wah, mbak dee, kembali dengan kata-katanya yang........:"

    BalasHapus
  6. setuju mbak,hanya tuhan lah yang tau,kita hanya bisa mengikuti alur yang sudah allah tentukan :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan sertakan komentarmu disini Dear. :)