Minggu, 29 Mei 2016

Berkat di Bulan Mei

Hello!

Ini postingan kedua saya di tahun 2016, kesannya agak malas memang. Kebetulan adik saya lagi libur semester jadi dia pulang ke rumah dan laptopnya saya kudeta untuk menulis postingan kali ini. Well, apa disini cuma saya saja yang merasa bulan Mei berjalan dengan sangat cepat?  Kalau melihat kalender bulan depan udah mulai puasa itu tandanya Idul fitri akan segera datang, dan berarti THR saya akan segera cair hahaha LOL. Meskipun saya nggak merayakan Lebaran tapi saya selalu senang karena itu tadi Pak Soekarno - Hatta nangkring dengan senyum lebar di dompet saya.

Berbicara tentang bulan Mei kali ini banyak hal yang terjadi dalam hidup saya, sebenarnya hal yang sederhana saja tapi cukup membuat saya bersyukur, iya bersyukur karena Tuhan itu sungguh baik sekali sama saya. I'm truly blessed! So, pada postingan ini saya akan membagi berkat itu untuk kalian semua.

Rabu, 09 Maret 2016

My Favorite Daily Beauty weapon :D

Hi Guys,

RAHAJENG RAHINA NYEPI TAHUN 1938 CAKA buat semua yang ngerayain hari raya Nyepi di seluruh pelosok Indonesia. Serunya tepat hari ini juga terjadi fenomena alam hasil dari Maha Besarnya Tuhan YME, iya seperti yang kita ketahui tepat tanggal 9 maret 2016 Gerhana matahari total dapat disaksikan dibeberapa pelosok negri ini. Ahh sayang sekali di kota tempat saya tinggal belum bisa menyaksikan sepenuhnya. Tapi nggak apa-apa deh banyak teman yang udah share foto-foto keren hasil jepretan gerhana mataharinya, sedikit terobati lah ya. Hmm, kali saya nggak akan membahas tentang gerhana matahari sih, berhubung ini postingan pertama saya ditahun monyet emas jadi saya memutuskan untuk sedikit share tentang my favorite daily make up weapon, eeeitss udah sok english segala. Kenapa saya nulis tentang make up favourite saya? sejujurnya karena saya juga bingung mau posting apa hahaha LOL. Saya ingin blog ini tetap ada nyawanya jadi saya memutuskan untuk nulis hal-hal yang saya sukai daripada saya memikirkan untuk nulis yang orang lain suka. (woh, kendengarannya saya somse abis).

Ahh cukuplah ini basa basi busuknya, langsung aja ya..

Jumat, 13 November 2015

Untuk Kamu

Untuk kamu yang sedang marah, semoga hatimu cepat berdamai
Untuk kamu yang sedang berusaha meraih masa depan,semoga tiada kata menyerah
Untuk kamu yang sedang sibuk dengan game di smartphone mu, suatu saat akan ada yang lebih menyita perhatianmu
Untuk kamu yang mengeluhkan betapa hidup ini tak adil bahwa orang jahat masih mendapat keuntungan dengan memanfaatkan kebaikan orang lain, semoga kamu bisa lebih ikhlas.
Untuk kamu yang pernah berjanji akan membahagiakan ku nanti, semoga janji itu terpenuhi
Untuk kamu yang selalu diam disaat aku banyak bicara, semoga kita selamanya saling melengkapi
Untuk kamu yang tidak pernah bisa berhenti merokok, semoga suatu saat kamu bisa menggantinya dengan permen lolipop
Untuk kamu yang tidak suka menikmati makanan jepang, semoga suatu hari aku bisa membuatkan kamu ramen yang benar-benar ramen bukan seperti mie instan
Untuk kamu susah bangun pagi, semoga alarm mu tidak pernah terlambat membangunkanmu
Untuk kamu yang berjanji sepenuh hati untuk terus mencintaiku, tak ada lagi yang harus ku katakan selain "aku tahu itu"
Untuk kamu yang namamu selalu ku sebut setelah orang tua ku dalam setiap doaku, semoga Tuhan memberi berkatNya untuk kita
Untuk kamu yang berulang tahun ke 26 di empat belas November, aku mencintaimu selalu

Selalu..
Selalu..
Selalu..

Jadi, selamat ulang tahun Ndut. Semesta memberkati.
Your Love,
Debrina

Kamis, 12 November 2015

istana pasir

Sudah lama sekali rasanya kita tidak berjalan berdua diatas pasir berwarna putih yang dari kejauhan tampak berkilauan bagaikan permata memenuhi bibir pantai. Mungkin kamu lupa kapan terakhir kalinya kita menikmati momen seperti ini. Aku ingat, terakhir kali sebelum semuanya berubah menjadi menyebalkan. Di ulang tahunku yang ke 23 tepatnya setahun yang lalu, kita menghabiskan hari itu dengan bermain di pantai. Kita tampak bahagia,terlebih aku Karena saat itu aku berulang tahun. Kamu membangun istana pasir yang tingginya menaranya hanya mencapai 30 centi. Lalu kita tertawa bahagia seperti anak kecil, lepas tanpa beban.
Hingga hari ini, kita kembali berjalan menyusuri pantai yang sama dan aku masih bisa melihat bayangan istana pasir yang kita buat saat itu. Kita berjalan tanpa sepatah kata pun yang terucap. Sesungguhnya aku menantikan kamu yang mengalah untuk berbicara lebih dulu, Karena aku tau ada yang sangat berkecamuk di dalam situ, iya di hatimu.
Aku mengambil beberapa kerikil danmelemparkannya ke arah laut, satu persatu hingga semua sudah terlempar. Kamu masih diam.
"Langit sore ini terlalu indah, ah aku ingin pulang saja," kata ku memecah keheningan diantara kita
" Kenapa pulang? Nikmati saja langit sore ini, bukannya kamu sangat menyukai senja?" Tanyanya kemudian
Aku diam. Aku bisa merasakan bahwa hal ini akan segera terjadi,aku Sudah menduganya.
" Maafkan aku, ini sudah terlalu lama, terlalu dipaksakan untuk tetap berjalan beriringan. Ini tidak akan berhasil jika kita yang menjalani bersama. Aku tidak ingin menyakitimu tapi setahun belakangan ini sesuatu yang menghentikan semua perasaan yang ada. Maafkan aku," katanya lagi.
Sudah cukup aku tidak perlu lagi aku mendengarkan kalimat berikutnya. Ku alihkan pandanganku istana pasir yang kita bangun terkikis oleh ombak yang mulai menepi ke pinggir pantai. Ya, hatiku sehancur istana itu.
Kosong..

Pukul 05.00 pagi

Aku terbangun, sial aku memimpikan kamu lagi. Tanpa sengaja aku layangkan pandangan ku ke sebuah foto yang aku tempelkan di papan pengingat pesan. Foto itu setahun yang lalu, istana pasir,ulang tahunku dan kamu. Pahit. Karena kamu tidak lagi bersamaku.

Rabu, 05 Agustus 2015

Galau di awal Agustus

Good day all,


Hari ke- 5 di bulan Agustus, entah gue harus mulai darimana tapi kenyataannya bulan ini menjadi bulan spesial setelah bulan April (bulan kelahiran gue). Alasannya sederhana, karena pada bulan agustus gue merayakan hari jadi bersama seseorang yang spesial. Gue saking excitednya udah menyiapkan hadiah buat dia dan gue berharap dia bakal suka. Ah bagian ini gue skip untuk postingan berikutnya aja.



Kenyataan berikutnya adalah gue GALAU. 



Kenapa?



Berawal dari siang tadi, ada seorang teman yang membagikan informasi lowongan pekerjaan di salah satu televisi swasta. Gue cuma bisa miris, gue seperti kembali ke tahun 2013 dimana saat itu gue mengikuti proses recruitment di stasiun televisi yang sama. Singkat cerita, gue gagal! gue nggak lolos saat interview user dan buat gue hal itu cukup menghancurkan mood sepanjang hari. Gue merasa kecewa pada diri gue sendiri, karena menjadi bagian dalam stasiun televisi itu adalah impian gue sejak lama. Lalu kenapa sekarang jadi galau? Iya karena sampai detik ini gue masih belum bisa terima kegagalan gue saat itu. 

Gue merasa performance gue buruk dan itulah penyebab kegagalan diri gue untuk bergabung di sana. Andai gue bisa kembali ke 2013 gue ingin memperbaiki diri gue sendiri terutama ketika akan menghadapi interview user. 


Di sisi lain, ada hasrat untuk kembali mencoba peruntungan dengan apply pada stasiun televisi tersebut. Namun nyatanya nggak semudah itu gue tidak pesimis terhadap masa depan gue nantinya. Gue hanya realistis, memilah milah mana yang penting dan tidak terlalu penting. Semua udah berbeda nggak seperti  2 tahun yang lalu. Gue nggak bisa asal milih, yang ada nanti gue gegabah.



Gue berpikir dan mulai mempertimbangan, kehidupan gue saat ini udah baik meski masih jauh dari kata sempurna tapi gue bahagia. Gue punya pacar dan tentunya ada tujuan yang gue dan dia pengen capai bersama, adek-adek gue yang semakin dewasa secara fisik dan emosional membuat gue nggak pengen jauh dari mereka. Dan tentu saja kedua orang tua gue yang tidak lagi muda, gue pengen selalu berada di dekat mereka. 



Gue tidak menjadikan "mereka" sebagai beban penghalang ketika gue pengen mencoba peruntungan bekerja di media massa seperti televisi. Gue cuma realistis, gue nggak bisa egois. Apalagi usia gue yang udah berada pada zona kapan-kamu-nikah membuat gue berpikir ulang, gue ingin menghabiskan hidup gue bareng sama orang yang gue cintai dan sudah sepantasnya pertimbangan ini tidak membuat segala rencana yang udah disusun jadi berantakan.



Hasrat untuk apply kembali pada stasiun tv atau persiapan menuju masa depan membuat pikiran gue jadi bias. Di sisi lain banyak yang memberi dukungan untuk apply, tapi ada juga yang memberi opini "pengingat" bahwa ada tujuan lain dalam hidup yang tidak hanya soal pekerjaan impian.



Ahh, biarlah gue juga makin bingung. Sebaiknya gue tidur aja daripada makin ngelantur di sini.



-Debrina-

Kamis, 09 Juli 2015

Himalaya

Coba khayalkan sejenak 
sepuluh tahun nanti hidupmu
coba bayangkan sejenak misalkan
ada aku yang menemani 
hari demi hari yang tak terhitung
misalkan itu aku yang terakhir umtukmu

---------------------------------------
untuk itu kan ku persembahkan
Himalaya

(Himalaya - Maliq n D'essentials)


Rabu, 08 Juli 2015

Mati

Dia sendiri
Berdiri mematung di sudut ruangan
Nafas yang terengah-engah
Jantung yang berdebar kencang
Laksana tabuhan suara gendang

Dia terpaku
Namun matanya mengawasi sekitar
Diam, hening, sepi
Tapi ancaman bisa datang dari segala penjuru

Tangannya menggenggam sebilah kayu
Senjata satu-satunya yang dimiliki
Harapan untuk selamat
Erat sekali genggamannya, mungkin dalam hati kayu itu merintih kesakitan

Sekelibat bayangan tertangkap matanya
Dia di sudut ruangan
Merapal doa dalam hati
Mengharapkan bantuan dari Sang Ilahi

Nyawa yang jadi taruhannya
Bayangan hitam itu mengetahui keberadaannya
Pintu ruangan terbuka
Semilir angin langsung memenuhi ruangan yang pengap ini

Dia, sendirian
Dia, ketakutan
Dia, tak ada yang menyelamatkan

Suara langkah kaki
semakin mendekati sudut ruangan itu
Dia, tak berkutik
Dia, terjebak

Tangan dengan jemari yang besar tak elok dipandang
Menyentuh bahunya
Dipaksanya dia untuk menoleh
Dia hanya bisa pasrah

Sebuah benda tajam terasa mengoyak punggungnya
Berkali-kali
Sakit.. sakit...sakit...
Kayu itu lepas dari genggamannya

Dia telah mati.
Tragis

Bayangan hitam itu pergi
Kayu itu turut dibawanya
Yang tersisa hanya tubuh yang terbujur kaku
Dengan darah membasahi seluruhnya

Dia telah mati.
Tragis


-Debrina-

Minggu, 05 Juli 2015

Selamat pagi, Rimba

Pukul 05.00 pagi

Kepada Rimba,

Hai, selamat pagi - secangkir teh tawar hangat telah ku siapkan untukmu. Aku memandangimu, awalnya ingin membangunkanmu dari buaian mimpi, namun aku tak tega mengingat semalam kau kehujanan dalam perjalanan pulang dari kantor. Jadi ku putuskan memberi 30 menit lagi waktu yang tersisa untukmu menikmati nyamannya ranjang kita. Ranjang yang kau beli di tahun ketiga pernikahan kita sebagai ganti dari ranjang warisan dari ayahmu yang telah lapuk dimakan usia. 

Rabu di minggu depan adalah tepat tahun ke- 5 usia pernikahan kita. Aku bukanlah orang yang romantis dan kau pun begitu, aku tidak mengharapkan makan malam spesial di restoran mahal dan diiringi alunan merdu dawai biola. Aku mensyukuri setiap detik yang kita lewati bersama, aku teguh pada janji yang saling kita ucapkan saat pernikahan kita. Perayaan kecil di rumah - dengan kembali menonton akting Anne Hathaway dan Jim Strugess di film One Day, lalu kamu akan memelukku ketika aku mulai meneteskan air mata hingga film itu berakhir. Ah, kau tentunya sudah hafal betul aku terlalu mudah menangis. 

Rimba, ada sekelumit maaf yang ingin ku ucapkan. Tidak, bukan maksudku menjadi lemah di hadapanmu. Namun, aku tidak biasa untuk menyimpannya sendiri. Kau pasti tahu permintaan maaf yang selalu ku ulang setiap tahunnya. Permintaan maaf yang terucap bukan karena kesalahan tapi lebih kepada ketidakmampuanku menjadi istri yang sempurna untukmu.

Jumat, 24 Oktober 2014

Random postingan

Hello Dear,

Finally gue bisa bikin postingan juga setelah 2 bulan absen. Ya beginilah kalo mood nulisnya naik turun nggak jelas (jangan ditiru) :p

Well, apa kabar kalian semua? Bulan Oktober biasanya udah masuk dimusim penghujan tapi di kota gue tinggal sampai detik ini masih panas membahana. Padahal gue sempat nonton berita ada beberapa kota di Indonesia yang mulai diguyur hujan setiap hari. Ah, tapi gue tetap mensyukuri apapun kondisi cuaca saat ini.

Gue bingung awalnya pas ngebuka blog, karena gue nggak tahu mau nulis apa. Hahahaha. Random postingan aja boleh ya sesekali?

Ada perubahan dalam keseharian gue, akhirnya setelah dua tahun bekerja dibidang jasa kesehatan (baca: rumah sakit) gue memutuskan untuk resign akhir bulan Juli kemarin. Jujur gue bahagia banget karena saat gue resign gue udah dapat kerjaan baru. Sisi positif dari keputusan gue resign adalah jam kerja gue sekarang normal layaknya pekerja kantoran dan hari libur gue nggak random. Jadi hidup gue sekarang seperti orang kebanyakkan, hahaha.

Menyenangkan di kantor baru, kenal orang-orang baru dan tentunya sistem kerja yang berbeda dari sebelumnya. Pengalaman pun bertambah. Dan yang lebih menyenangkan lagi gue dapat jatah makan siang, setidaknya itu nggak bikin gue bingung tiap hari mau makan apa ketika istirahat. Bagi gue makan itu penting beserta seperangkat cemilan nggak boleh terlewatkan. Gue yang akhir-akhir ini mendadak rakus baru menyadari kalo berat badan gue meningkat drastis. Indikator kalo gue lebih "subur" saat ini gue ketahui dari banyaknya teman yang kasih komentar kalo pipi gue makin tembem dan perut gue yang lipatannya jadi dua lapis,hahaha.

Segala hal sederhana yang terjadi dalam hidup gue dua bulan terakhir ini bener-bener gue syukuri, karena gue merasa bahwa Tuhan emang selalu ngejawab doa umatNya tepat waktu, nggak kurang nggak lebih. Kegalauan gue selama setahun terakhir di tempat kerja yang lama dan gue yang  terjebak di zoa nyaman karena kerjaan gue sebelumnya yang membuat gue plin plan dalam ambil keputusan.

Dan pada akhirnya jalan ke kehidupan yang baru terbuka di pertengahan tahun 2014, gue dengan hati yang yakin dan membulatkan tekad memilih keluar dari zona nyaman demi mendapatkan pengalaman dan tingkatan pekerjaan. 

Karena kita nggak akan pernah tahu hasilnya kalo kita nggak pernah berani untuk nyoba.

you should to challenge  your self,to know how strong you are

(maaf kalo bahasa Inggrisnya belepotan)

Sekian postingan random penting-nggak penting. Sampai ketemu di postingan berikutnya.

Chau,

-DEBRINA-

Jumat, 04 Juli 2014

Hal-hal yang bikin sebel tiap naik angkutan umum

Hola!!

Welcome July, selalu semangat tiap ganti bulan nggak tau kenapa gitu. Ngomong-ngomong gue lagi pengen nulis yang santai-santai nih, berdasarkan apa yang gue rasain hampir tiap hari pas berangkat atau pulang kerja di dalam angkot. Bukan hal yang menyenangkan justru kejadian yang sering bikin gue dan penumpang lainnya jadi sebel sepanjang jalan. Mungkin udah banyak yang ngebahas betapa nggak nyamannya transportasi publik di negara kita ini, dan sekarang giliran gue yang mencurahkan segala kegundahan hati gue sebagai penumpang sejati.

1. Makin Penuh Makin Oke Makin nggak bisa napas
    Buat kalian pengguna angkutan umum pasti pernah ngerasaain berdesakan di dalam angkot, asli itu nyebelin banget kan? Dengan kapasitas penumpang sekitar 10-12 orang masih sering dipaksakan untuk tetap mengangkut penumpang lain. Alhasil, yang terjadi di dalam angkot pastilah umpel-umpelan antar penumpang. Ditambah lagi dengan penuhnya manusia di dalam angkot akan membuat jatah oksigen berkurang, gue sering ngerasa susah napas tiap kejebak di dalam angkot yang berlebihan penumpangnya. Apalagi kalo gue dapat jatah duduk di kursi paling belakang dan sialnya jendela susah buat dibuka. Itu beneran mimpi buruk.

source. what do you think?

Minggu, 29 Juni 2014

Hanya Tuhan yang tahu

Akan lebih baik jika seperti ini, tanpa pertemuan tanpa keinginan untuk bersama. Aku tak menyalahkan waktu yang dengan sengaja membuat kita saling terhubung. Dan sebisa mungkin aku tak akan kecewa pada kenyataan  yang membuat kita menyerah lebih awal sebelum mencobanya.

Aku kira dirimu akan baik-baik saja di sana, kehidupanmu, cita-citamu semua harapan dan rencana masa depanmu tentunya akan membawa kebanggaan tersendiri bagimu. Kau bilang padaku bukan jarak yang akan menyakiti kita melainkan sang waktu. Aku merenungkannya.

15.493 Km susunan angka yang pada kenyataannya memisahkan kita,
Dan waktu yang tak kunjung memberikan kepastian kapan akan terjadinya pertemuan
tentunya semakin menyiksa sanubari

Bahwa saat ini terlampau rumit untuk kita berusaha, atau karena kau sendiri yang membuatku menyerah 
Entahlah, aku tak tahu (dan tak mau tahu).

Deburan ombak bagai menerjang hatiku, terkadang tak mampu menahan betapa kecewanya aku. Tapi selalu ku ingat bahwa memaksakan keadaan akan jauh lebih buruk lagi.

Jadi, aku di sini dan kau di sana. Entah dalam hati masih berharap akan terjadinya suatu pertemuan, bijaklah kita supaya menyimpannya rapat-rapat.

Seperti yang kau katakan, " Hanya Tuhan yang tahu, kapan sang waktu akan berpihak pada kita "

Karena sang waktu akan dengan senang hati mempermainkan kita untuk menunggu.











sumber

-Debrina-









Kamis, 12 Juni 2014

Hola! I get The Liebster Award

Sumber gambar


Hello Dear,

Udah memasuki bulan Juni aja ya, nggak terasa udah berada dipertengahan tahun 2014. Well, semoga di separuh perjalanan di tahun ini masing-masing dari kita tetap semangat ngejalani semua aktivitas kita meskipun dari kita sebagian ada yang masih belum bisa ngewujudin resolusi yang sempat diwacanakan di awal 2014. Yang penting tetap semangat.

Postingan ini adalah yang pertama di bulan Juni, awalnya gue bingung pas memasuki bulan ini karena gue ngerasa nggak ada bahan yang bisa gue angkat untuk topik tulisan kali ini. Entahlah apa gue masih kena kutukan writer block atau emang dasarnya aja gue yang males nulis, muahahahaha. Sampai tadi pagi pas gue baru bangun dari tidur cantik sepanjang malam, gue buka ponsel dan gue cek ternyata ada bbm yang masuk dan belum sempat gue baca. Gue berpikir, siapa yang udah bbm gue? akankah dia gebetan gue? atau bandar pulsa yang nagih duit utangan pulsa? ahh daripada gue kalut sendiri akhirnya gue buka aja tuh bbm nya. Dan ternyata si pengirim pesan itu adalah : tet..tet..tet..tet.. Adit. 

Sabtu, 24 Mei 2014

Kepada kawan yang tersakiti

Sendiri berujung sepi
Hitam pekat tak ubahnya duka pada raut wajahmu
Kehilangan menjadikan jarak antara kau dan Sang pemberi kehidupan
Drama yang khas dari sikapmu agar semua tahu

Berdiri dalam tangisan
berharap seseorang bersimpati pada kepahitan yang kau rasakan
Tak ubahnya bagai lelucon yang kau suguhkan
Terus saja kau menangis menanti mereka yang berbelas kasih

Kehilangan yang bagian dari pola kehidupan
Terlalu kau ratapi kesakitannya
Bukankah masih banyak pilihan?
Agar kau bisa bahagia

Ayolah kawan, hidup tak akan menjadi keras
Jika kau mampu melawan setiap kesakitan
Hentikan pencitraan pada wajahmu jika kesedihan yang selalu kau tunjukkan
Bukankah masih banyak pilihan?
Agar kau bisa bahagia


-Debrina-

Kamis, 15 Mei 2014

Hidup itu untuk memilih bro sis!

Hello dear,

Sudah 4 bulan gue nggak nulis apa-apa di blog ini. Gue pun merasa gagal menjalankan resolusi gue untuk rajin nulis di blog minimal dua minggu sekali. Ternyata kehidupan gue di dunia nyata menyita banyak tenaga dan perhatian lantas itu membuat gue menomor-sepuluh-kan blogging dan sejenisnya (tapi gue masih sempet ngetweet yak??). Ya sudah, sebagai pelipur lara gue hari ini memutuskan untuk menulis lagi.

Selama 4 bulan ini gue mengalami beberapa kejadian yang cukup membuat gue merenung. Sebenarnya bukan hal yang besar sih cuma buat gue udah bisa banget menyita otak gue untuk berpikir. Gue akan menjabarkan beberapa hal itu :

Kamis, 02 Januari 2014

1 Hari Mencintaimu (kembali)

Malang masih ramah menyapaku tak ada perubahan yang berarti meskipun pada kenyataannya banyak yang mengeluhkan Malang tak senyaman dulu lagi. Tapi, bagiku itu tak menjadi persoalan. Banyak alasan yang membuatku selalu ingin kembali ke kota ini, bukan hanya karena beragam kuliner dan tempat tujuan wisata yang jadi pesona tapi ada hal yang bersifat pribadi bernama kenangan yang membuatku selalu rindu pada Malang.

Aku memperhatikan anak perempuan kecil yang berlarian di depanku, ia tampak begitu lincah dan bahagia di dekatnya berdiri kedua orang tuanya mengawasi sambil sesekali berseru "Awas jatuh,perhatikan langkahmu" atau "Jangan berlarian terus nanti kamu capek". Namanya juga bocah jiwa bebasnya tak akan menghalanginya berhenti berlarian. Ah, andai aku sebebas itu bisa sejenak melupakan kepenatan akan tanggungjawab pada pekerjaan. Sore hari ini bukan tanpa alasan aku duduk manis di bangku taman alun-alun kota Malang, aku menunggu seseorang yang sebentar lagi akan datang. Aku merasa aneh ketika menyadari aku mulai gugup, sesekali aku memperhatikan wajahku dari cermin kecil yang selalu ku bawa kemanapun aku pergi. Aku tidak ingin polesan manis diwajahku ini luntur sebelum ia melihatnya.

2014 #KeepFighting

sumber: photo.elsoar.com




Happy New Year !!!!!!!!!!

Selamat Tahun Baru Dear Blogger Friends. Menyenangkan ya rasanya bisa melewati pergantian tahun 2013 ke 2014, gue percaya semalam pasti kalian pun punya banyak kegiatan menjelang detik-detik pergantian tahun. Bagi gue momen pergantian tahun kali ini berbeda karena untuk pertama kalinya gue harus bekerja disaat orang-orang kebanyakan berkumpul bareng keluarga, sahabat, atau pacar. Di keluarga gue tiap malam tahun baru tepat pukul 00:00 biasa melakukan doa bersama ya mengucap syukur sama Tuhan karena sepanjang tahun diberi banyak pelajaran hidup. Setelah doa bersama biasanya masing-masing dari kami bakalan dikasih satu kesempatan untuk bicara dan mengungkapkan resolusi atau target yang ingin diraih di tahun yang baru. Sayang momen itu kali ini harus gue lewatkan. Tapi perasaan nyesek nggak lama nongkrong dihati gue karena biarpun gue harus berdinas malam di rumah sakit gue tetap bisa menyaksikan pesta kembang api disekitaran RS, langit malam kemarin bagus banget karena dipenuhi sama banyaknya kembang api warna warni. 

Buat gue 2013 kemarin adalah tahun yang spesial karena memberikan pelajaran hidup yang nggak bakal bisa gue lupain gitu aja.banyaknya masalah menjadikan gue lebih dewasa dan bijaksana ketika gue harus mencari solusi agar masalah cepat kelar. Dari sisi kepribadian gue merasa kesabaran gue ekstra diuji di tahun 2013, iya tahun lalu gue merasa sangat gampang terpancing emosi dan dipenghujung tahun gue malah baru menyadari itu. Gue sempat ikut kegiatan kerohanian bareng teman-teman gereja dan saat itu gue merasa seperti lahir baru. Gue jadi ingat sama semua hal buruk yang pernah gue lakuin sepanjang usia gue ini. Lewat kegiatan itu gue menyadari kalo selama ini gue udah banyak menyia-nyiakan waktu dengan terus ngelakuin hal-hal yang merugikan diri gue dan orang lain. Misalnya, ketika gue kerja gue masih sering melanggar SOP yang ada seperti telat datang ke kantor, dan bersikap tidak ramah ke pasien ketika gue merasa capek karena harus lembur. Kalo udah kerja hal-hal seperti itu nggak bisa ditolerir sebenernya. Atau ketika gue masih nggak bisa menghilangkan sifat pemalas gue, dari rasa malas itu timbul hal negatif lainnya kayak mengulur waktu semua yang gue kerjain serba last minute, sumpah ya itu nggak bagus banget dan pada akhirnya gue selalu menyesal karena apa yang gue lakuin nggak maksimal.

Nah di 2014 ini gue nggak bikin resolusi yang muluk-muluk, gue cuma pengen bisa mengurangi hal-hal negatif yang ada pada diri gue supaya sepanjang tahun ini gue bisa lebih "menghasilkan buah positif" dan beberapa target yang di tahun lalu nggak bisa gue penuhi gue pengen tahun ini bisa terwujud. Nggak jauh-jauh dari karir dan asmara kok, dan itu adalah hal wajar yang buat seorang cewek ketika berada dititik seperti gue ini. Menurut gue tahun baru bukan sekedar perayaan dengan pesta pora,tiup terompet, bikin macet jalan,bakar jagung atau bakar ikan gurame tapi momen dimana kita harusnya bersyukur karena Tuhan masih beri kita kesempatan untuk menjalani hari baru di tahun yang baru. Banyak harapan dan cita-cita yang digantungkan dan menunggu giliran untuk diwujudkan dan dengan menjadi pribadi yang cekatan dan kompeten gue yakin hal itu akan terwujud dengan cepat dan tepat. 

Jadi, mari memasuki tahun baru dengan semangat yang positif jangan biarkan benalu kehidupan merusak seluruh sistem dalam diri kita. Semoga di tahun 2014 lebih banyak inovasi dan prestasi yang bisa menginspirasi supaya  gue dan kalian terpacu untuk jadi pribadi yang unggul. 2014 masih penuh kejutan jadi kita harus kudu wajib keep fighting!

sumber : wallpaper.com

Psst, segini dulu deh postingan gue buru-buru karena mau lihat MU vs Tottenham #GloryManUtd.


Thanks for reading,

Keep Blogging


Minggu, 22 Desember 2013

Mama ( terima kasih )

Mama..
Untuk setiap peluh yang kau curahkan 
Untuk setiap kesakitan yang harus kau rasakan
Aku ucapkan terima kasih

Mama..
Untuk setiap doa yang selalu kau panjatkan
Pada malam petang dan saat pagi menjelang
Agar kelak anak-anakmu menjadi pribadi berbudi luhur
Aku ucapkan terima kasih

Mama..
Untuk setiap omelan yang harus kau ucapkan 
Kala itu aku dan adik-adikku membandel
Membuat kau kecewa atas perbuatan kami
Aku ucapkan terima kasih

Mama..
Untuk setiap petuahmu sebagai bekalku di masa depan
Untuk pengabdianmu yang tak lekang oleh waktu
Aku ucapkan terima kasih

Mama..
Tiada yang mampu membalas semua jasamu
Maafkan aku jikalau terlalu banyak kekecewaan yang ku berikan
Maafkan aku karena aku tak mampu membuatmu bangga

Mama..
Pada malam sepi sendu sendiri
Aku mengaku betapa banyak dosa yang melekat padaku
Aku lemah sekedar untuk bangkit pun aku tak mampu

Mama..
Peluk aku,karena dekapanmu adalah kekuatan terbesarku
Ampuni setiap perkataan dan sikap yang menyayat hati

Mama..

Aku mencintaimu.

Selamat Hari Ibu,
                       Mamaku Maria Dwi Arti Kadarwati



 

[Part 2] Momen

cerita sebelumnya klik [Part 1]

Namanya Bintang, aku mengenalnya sejak SMA. Waktu itu kami sama-sama bergabung di kepengurusan OSIS. Seringnya kegiatan OSIS membuat kami menjadi akrab apalagi jarak rumah kami berdekatan jadi aku dan Bintang sering kali berangkat dan pulang sekolah bersama. Saat kuliah tanpa di duga kami masuk di Universitas yang sama meskipun kami berbeda fakultas. Tapi kami tidak pernah sekali pun tidak melewatkan waktu bersama  Uhm, kecuali saat aku sibuk dengan pacarku. Aku sadari betul momen bersama Bintang lebih membuatku excited ketimbang aku harus pergi berkencan dengan pacarku. Aku tidak bisa menemukan jawabannya aku selalu beranggapan karena Bintang adalah sahabatku dan dia tahu segalanya tentang diriku jadi itulah alasan kenapa aku bisa merasa lebih nyaman dan aman tiap bersamanya daripada bersama pacarku.

Lalu waktu berjalan dengan cepat aku putus dengan pacarku, penyebabnya klise aku memergokinya bersama dengan adik tingkatku bergandengan tangan  sangat mesra di suatu mal dan ternyata fakta terungkap bahwa mereka berdua sudah berpacaran selama 3 bulan dibelakangku. Saat itu aku merasa tubuhku kosong, aku tidak menyangka percintaanku berakhir memilukan seperti ini. Aku benar-benar merasa bodoh, aku hilang kendali lebih karena tidak terima dengan perlakuan pacarku. Hujan turun dengan derasnya, saat itu hampir tengah malam aku sendirian sekitarku sepi semakin menyedihkan rasanya. Aku duduk di depan sebuah toko yang sudah tutup. Lalu aku ingat seseorang, kemudian ku raih ponsel di dalam tas dan akhirnya aku menghubunginya. Aku ceritakan semua padanya, belum selesai aku bicara ia memintaku untuk tidak beranjak kemana-mana karena ia akan segera datang menjemputku. Dia, Bintang.

Senin, 16 Desember 2013

(Part 1) Momen

Tiap-tiap orang memiliki satu momen yang dijadikan favoritnya. Momen yang membuat setiap hati berdebar tak beraturan, masa dimana seseorang akan tersenyum hingga tersipu malu tanpa alasan. Dan bagiku momen yang selalu mampu membuatku tak sabar menantinya untuk terulang lagi ada disini. Bersamamu, sesederhana itu.

Petikan gitar yang mengalun pelan dan suaramu yang merdu melantukan Life is Wonderful sebuah lagu dari Jason Mraz membuatku terkesima. Aku akan selalu tersihir dengan suara emasmu. Aku bagaikan menikmati suatu konser mini dimana kamu menjadi bintangnya. Ah, malam ini begitu sempurna rasanya tak ingin segera berganti pagi.

“Woi May, ngelamun aja sih lo?” Suaramu menyadarkanku dari lamunan sesaat, ah kamu berhenti bernyanyi.

“Ih,kok lo berhenti nyanyi?” Tanyaku kemudian

“Nih cewek ditanya eh malah balik nanya. Gue ogah nyanyi abis lo pake acara melongo ngelamun nggak jelas. Gue merasa tidak lo anggap” Katamu sambil mengacak rambutku.

“Gue dengerin lo nyanyi kok, lagian sapa juga yang ngelamun melongo nggak jelas. Gue tadi lagi mikir aja kenapa suara sebagus lo nggak bisa jadi penyanyi terkenal”

“Gue nggak minat, suara gue bukan untuk konsumsi publik” jawabmu sambil terus memainkan melodi gitar perlahan-lahan.

“Bintang, lo punya bakat kenapa sih lo nggak coba kembangkan? Sayang lah suara sebagus lo cuma gue yang bisa dengerin”Kamu diam saja lalu melanjutkan kembali menyanyikan bagian refrain lagu itu.

la la la la la la la life is wonderful 
ah la la la la la la life is full circle 
ah la la la la la la life is wonderful 
al la la la la 

“May, gue nggak butuh jadi penyanyi besar gue udah seneng segini aja. Orang-orang nggak perlu bayar buat dengerin gue nyanyi. Gue lebih pengen ngebahagiain ibu dengan pekerjaan gue sekarang. Lagian kalo gue jadi penyanyi, lo bakalan susah lagi bisa punya waktu bareng gue kayak sekarang ini. Gue pasti bakal sibuk show dan lo akan jadi sahabat yang terabaikan. Hahahaha”

“Ah sialan lo!” Ucapku ketus.

“Mending gini kan? Malam nggak bakal cepat berganti pagi, gue bisa tiap saat ke rumah lo dan nikmati pisang goreng buatan lo ini. Dan lo bisa gue hibur dengan suara gue yang kata lo merdu itu” Bintang selalu menggodaku dengan bersikap over confident. Ini adalah momen favoritku menikmati malam berdua denganmu tak ada yang lain. Tak ada gangguan dari manapun, aku ingin lebih lama seperti ini denganmu.

Bip.  Ponselmu berbunyi nada satu pesan masuk, melihat raut wajahmu aku sudah tahu kebersamaan kita akan segera berakhir.

“May,gue balik ya. Rara barusan sms, kucingnya hilang dia minta gue bantuin nyari kucingnya” Kata Bintang dengan wajah memelas

“Biasa aja kali muka lo nggak usah dibikin sok melas gitu. Lo udah jadian sama Rara?” tanyaku, aku sadar saat menanyakan hal itu suaraku bergetar. Aku cemburu.

“Belum, mungkin setelah gue nemuin kucingnya dia bakal nerima gue. Ya udah gue balik sekarang. Eh, pisang ini buat gue ya?”

“Ah,kasihan amat sih lo, udah lima bulan pdkt nggak ada progres apapun. Cih” kataku sinis.

“Yang penting usahanya May, gue yakin Rara bakal nerima gue sebentar lagi. Bye jelek” ucap dia lalu menyambar pisang goreng terakhir di malam itu dan berlalu pergi.

Momen favoritku berakhir dengan cara yang menjengkelkan, hanya karena seekor kucing yang menghilang dari rumah pemiliknya. Pemiliknya yang sudah membuatmu gila. Malam ini aku meyakini satu hal, cinta itu buta.


Selasa, 10 Desember 2013

Be a better person

Hello Dear,

Gue lagi kesel sebelum gue nulis postingan ini gue sebenarnya udah bikin satu postingan dan tiba-tiba disaat gue akan ngepost mozilla ngecrash gitu aja. Dan yang ke save di draft cuma judul aja sedangkan isinya lenyap. Gue pengen nelen mas warnet ini karena pas gue tanya dia nggak tau dan nggak bisa kasih solusi.

Tapi gue nggak mau terus-terusan marah karena hanya akan ngerugiin diri gue sendiri. Jadi gue memutuskan untuk memulai lagi dari awal. Gue anggap ini ujian dalam melatih kesabaran karena gue tipikal orang yang temperamental. 

Anyway, Desember sudah berjalan sampai dipertengahan itu berarti pergantian tahun akan segera datang. Gue belum mempersiapkan resolusi apapun untuk tahun 2014, yang ada gue malah ngerasa nggak siap apa-apa. Iya gue sekarang mikir kalo selama ini gue sering banget hanya menggantungkan resolusi gue di langit-langit kamar tanpa gue berusaha untuk mewujudkannya. Satu alasan yang buat gue masuk akal kenapa semua ini bisa sia-sia ya karena GUE PEMALAS AKUT. Gue selalu menunda-nunda pekerjaan yang seharusnya bisa gue selesaikan. Maka dari itu gue sekarang bersikeras untuk berubah bukan jadi Saras 008 atau jadi Sailormoon tapi gue berubah untuk jadi pribadi yang lebih dewasa dan bijaksana.

Gue pengen mulai hari ini dan seterusnya bahkan di tahun 2014 gue harus mencapai target yang sudah gue susun. Gue pengen ngejar karir gue dan harus bisa gue lakuin. Gue pengen banggain ortu dan bisa dijadikan contoh buat adik-adik gue. Gue pengen kerja di media broadcasting. Tahun depan gue akan coba untuk apply biarpun tahun ini gue gagal di tahap interview itu nggak akan matahin semangat gue.

Dan gue pun nggak mau lagi jadi pemalas karena sungguh malas itu ngerugiin banget yang ada bikin nyesel diri sendiri. Gue harus belajar untuk nggak ngerjain sesuatu serba last minute, gue harus tau mana yang jadi prioritas. Kalo gue berhasil jadiin diri gue lebih baik dari sekarang gue yakin tahun depan hidup gue akan lebih bermakna. Satu lagi gue harus dan nggak boleh lupa untuk selalu bersyukur atas berkat yang udah diberi Tuhan secara gratis buat hidup gue ini.

Gue inget quote yang jadi mood booster gue.
when i do good, i feel good. Life is good.
Segini aja postingan dari gue, buru-buru juga mau balik ke rumah. Semoga gue bener-bener bisa merealisasikan apa yang udah gue rencanakan. Amin. Semangat kaka!!!

Thanks for reading. Keep Blogging.

-DEE-