Rabu, 08 Juli 2015

Mati

Dia sendiri
Berdiri mematung di sudut ruangan
Nafas yang terengah-engah
Jantung yang berdebar kencang
Laksana tabuhan suara gendang

Dia terpaku
Namun matanya mengawasi sekitar
Diam, hening, sepi
Tapi ancaman bisa datang dari segala penjuru

Tangannya menggenggam sebilah kayu
Senjata satu-satunya yang dimiliki
Harapan untuk selamat
Erat sekali genggamannya, mungkin dalam hati kayu itu merintih kesakitan

Sekelibat bayangan tertangkap matanya
Dia di sudut ruangan
Merapal doa dalam hati
Mengharapkan bantuan dari Sang Ilahi

Nyawa yang jadi taruhannya
Bayangan hitam itu mengetahui keberadaannya
Pintu ruangan terbuka
Semilir angin langsung memenuhi ruangan yang pengap ini

Dia, sendirian
Dia, ketakutan
Dia, tak ada yang menyelamatkan

Suara langkah kaki
semakin mendekati sudut ruangan itu
Dia, tak berkutik
Dia, terjebak

Tangan dengan jemari yang besar tak elok dipandang
Menyentuh bahunya
Dipaksanya dia untuk menoleh
Dia hanya bisa pasrah

Sebuah benda tajam terasa mengoyak punggungnya
Berkali-kali
Sakit.. sakit...sakit...
Kayu itu lepas dari genggamannya

Dia telah mati.
Tragis

Bayangan hitam itu pergi
Kayu itu turut dibawanya
Yang tersisa hanya tubuh yang terbujur kaku
Dengan darah membasahi seluruhnya

Dia telah mati.
Tragis


-Debrina-

Minggu, 05 Juli 2015

Selamat pagi, Rimba

Pukul 05.00 pagi

Kepada Rimba,

Hai, selamat pagi - secangkir teh tawar hangat telah ku siapkan untukmu. Aku memandangimu, awalnya ingin membangunkanmu dari buaian mimpi, namun aku tak tega mengingat semalam kau kehujanan dalam perjalanan pulang dari kantor. Jadi ku putuskan memberi 30 menit lagi waktu yang tersisa untukmu menikmati nyamannya ranjang kita. Ranjang yang kau beli di tahun ketiga pernikahan kita sebagai ganti dari ranjang warisan dari ayahmu yang telah lapuk dimakan usia. 

Rabu di minggu depan adalah tepat tahun ke- 5 usia pernikahan kita. Aku bukanlah orang yang romantis dan kau pun begitu, aku tidak mengharapkan makan malam spesial di restoran mahal dan diiringi alunan merdu dawai biola. Aku mensyukuri setiap detik yang kita lewati bersama, aku teguh pada janji yang saling kita ucapkan saat pernikahan kita. Perayaan kecil di rumah - dengan kembali menonton akting Anne Hathaway dan Jim Strugess di film One Day, lalu kamu akan memelukku ketika aku mulai meneteskan air mata hingga film itu berakhir. Ah, kau tentunya sudah hafal betul aku terlalu mudah menangis. 

Rimba, ada sekelumit maaf yang ingin ku ucapkan. Tidak, bukan maksudku menjadi lemah di hadapanmu. Namun, aku tidak biasa untuk menyimpannya sendiri. Kau pasti tahu permintaan maaf yang selalu ku ulang setiap tahunnya. Permintaan maaf yang terucap bukan karena kesalahan tapi lebih kepada ketidakmampuanku menjadi istri yang sempurna untukmu.

Jumat, 24 Oktober 2014

Random postingan

Hello Dear,

Finally gue bisa bikin postingan juga setelah 2 bulan absen. Ya beginilah kalo mood nulisnya naik turun nggak jelas (jangan ditiru) :p

Well, apa kabar kalian semua? Bulan Oktober biasanya udah masuk dimusim penghujan tapi di kota gue tinggal sampai detik ini masih panas membahana. Padahal gue sempat nonton berita ada beberapa kota di Indonesia yang mulai diguyur hujan setiap hari. Ah, tapi gue tetap mensyukuri apapun kondisi cuaca saat ini.

Gue bingung awalnya pas ngebuka blog, karena gue nggak tahu mau nulis apa. Hahahaha. Random postingan aja boleh ya sesekali?

Ada perubahan dalam keseharian gue, akhirnya setelah dua tahun bekerja dibidang jasa kesehatan (baca: rumah sakit) gue memutuskan untuk resign akhir bulan Juli kemarin. Jujur gue bahagia banget karena saat gue resign gue udah dapat kerjaan baru. Sisi positif dari keputusan gue resign adalah jam kerja gue sekarang normal layaknya pekerja kantoran dan hari libur gue nggak random. Jadi hidup gue sekarang seperti orang kebanyakkan, hahaha.

Menyenangkan di kantor baru, kenal orang-orang baru dan tentunya sistem kerja yang berbeda dari sebelumnya. Pengalaman pun bertambah. Dan yang lebih menyenangkan lagi gue dapat jatah makan siang, setidaknya itu nggak bikin gue bingung tiap hari mau makan apa ketika istirahat. Bagi gue makan itu penting beserta seperangkat cemilan nggak boleh terlewatkan. Gue yang akhir-akhir ini mendadak rakus baru menyadari kalo berat badan gue meningkat drastis. Indikator kalo gue lebih "subur" saat ini gue ketahui dari banyaknya teman yang kasih komentar kalo pipi gue makin tembem dan perut gue yang lipatannya jadi dua lapis,hahaha.

Segala hal sederhana yang terjadi dalam hidup gue dua bulan terakhir ini bener-bener gue syukuri, karena gue merasa bahwa Tuhan emang selalu ngejawab doa umatNya tepat waktu, nggak kurang nggak lebih. Kegalauan gue selama setahun terakhir di tempat kerja yang lama dan gue yang  terjebak di zoa nyaman karena kerjaan gue sebelumnya yang membuat gue plin plan dalam ambil keputusan.

Dan pada akhirnya jalan ke kehidupan yang baru terbuka di pertengahan tahun 2014, gue dengan hati yang yakin dan membulatkan tekad memilih keluar dari zona nyaman demi mendapatkan pengalaman dan tingkatan pekerjaan. 

Karena kita nggak akan pernah tahu hasilnya kalo kita nggak pernah berani untuk nyoba.

you should to challenge  your self,to know how strong you are

(maaf kalo bahasa Inggrisnya belepotan)

Sekian postingan random penting-nggak penting. Sampai ketemu di postingan berikutnya.

Chau,

-DEBRINA-